Lintas Kapuas RayaParlemen

Harga LPG 3 Kg di Ambalau Capai Rp45 Ribu, DPRD Sintang Soroti Distribusi dan Keberadaan Pangkalan

×

Harga LPG 3 Kg di Ambalau Capai Rp45 Ribu, DPRD Sintang Soroti Distribusi dan Keberadaan Pangkalan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan.

SINTANG, KR – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, menyoroti tingginya harga gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Ambalau yang saat ini berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp46 ribu per tabung. Menurutnya, harga tersebut masih tergolong tinggi dan memberatkan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi kecil.

Sandan yang merupakan politisi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Serawai–Ambalau menjelaskan, mahalnya harga LPG di daerah tersebut tidak lepas dari biaya mobilisasi atau angkutan yang cukup tinggi. Ia menyebut, biaya transportasi dari Sintang menuju Ambalau bisa mencapai belasan ribu rupiah.

“Kalau dihitung, memang masih tinggi. Tapi kita juga harus lihat biaya angkutnya. Dari Pinoh atau Sintang ke sana mobilisasi saja sudah sekitar Rp12 ribu lebih. Kalau agen ambilnya sudah di atas Rp20 ribu, wajar kalau di tingkat pengecer bisa sampai Rp45 ribu, karena yang mengangkut juga tentu ingin ada keuntungan,” ujarnya usai menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Sintang tahun 2027 di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis 9 April 2026.

Meski demikian, Sandan menegaskan bahwa kondisi ini tetap tidak ideal bagi masyarakat. Ia juga menanggapi anggapan bahwa yang terpenting adalah ketersediaan barang di lapangan.

“Kalau ditanya yang penting ada, ya tidak juga. Bagaimana masyarakat bisa dapat kalau harus beli dengan harga tinggi seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sandan menyoroti persoalan distribusi dan keberadaan pangkalan LPG di wilayah Ambalau. Ia mengungkapkan, berdasarkan data hampir setiap desa memiliki pangkalan, namun saat dilakukan pengecekan, banyak kepala desa yang justru tidak mengetahui keberadaan pangkalan tersebut.

“Kita mempertanyakan pangkalan-pangkalan ini. Hampir semua desa ada pangkalan, tapi saat kita cross check, kepala desanya tidak tahu. Ini yang harus jadi perhatian Disperindagkop dan Pertamina agar lebih selektif,” katanya.

Ia juga menambahkan, distribusi LPG ke wilayah tersebut kerap tidak merata sehingga menyebabkan kelangkaan di sejumlah desa.

“Distribusinya kadang tidak sampai ke sana, makanya sering kosong. Ini yang harus dibenahi agar masyarakat tidak terus dirugikan,” pungkasnya.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *