SINTANG, KR – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, meminta masyarakat untuk bersabar terkait belum optimalnya penanganan ruas jalan Tebidah–Serawai–Ambalau yang hingga kini masih mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Ia mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan pembangunan dan perbaikan ruas jalan tersebut. Namun, pelaksanaannya belum bisa dilakukan secara maksimal karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah.
“Perencanaan dari pemerintah daerah, pak bupati juga sudah merencanakan itu. Semuanya kita pikirkan, tapi kalau dana tidak ada, mau dari mana,” ujarnya di Pendopo Bupati Sintang usai menghadiri musrenbang RKPD 2027 kemarin.
Menurut Sandan, pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, serta persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Tidak bisa instan. Namanya anggaran ini butuh proses dan persetujuan. Kalau mendahului anggaran, nanti jadi masalah lagi,” tegas Politisi Gerindra ini.
Ia menjelaskan, kondisi jalan rusak tidak hanya terjadi di ruas Tebidah–Serawai–Ambalau, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Kabupaten Sintang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan penanganan secara bertahap dengan skala prioritas.
Dalam situasi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah bersama DPRD harus menentukan program yang paling mendesak untuk didahulukan.
Meski demikian, Sandan memastikan bahwa ruas jalan tersebut tetap menjadi perhatian dan masuk dalam rencana penanganan pemerintah daerah ke depan.
“Kita harap masyarakat bersabar, karena ini tetap menjadi perhatian dan akan kita dorong penanganannya secara bertahap,” pungkasnya.












