PONTIANAK, KR — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas OSO Pontianak, Kabinet Leimena Muda, menggelar Dialog Publik bertajuk Dialektika Demokrasi pada Sabtu, 18 April 2026, di Ruang Rapat Universitas OSO Pontianak. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini dihadiri puluhan peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Mengusung tema “Lebih dari Satu Tahun Pemerintahan Baru: Menguji Kebijakan, Mengawal Demokrasi”, forum ini menjadi respons mahasiswa terhadap dinamika kebijakan pemerintah yang telah berjalan lebih dari satu tahun.
Sejumlah isu dibahas, mulai dari Koperasi Merah Putih, Satuan Pelayanan Pemenuhan Indonesia (SPPI), program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak ke berbagai sektor, termasuk lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu.
Kegiatan dibuka oleh Rektor Universitas OSO Pontianak, Yarlina Yacoub, didahului sambutan Ketua Panitia Zanu Prayoga dan Presiden Mahasiswa BEM Universitas OSO Pontianak Irvan Surya.
Dialog ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang. Akademisi hukum tata negara Universitas OSO Pontianak, M. Fadhly Akbar, menyoroti pentingnya pertanggungjawaban konstitusional atas setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, membahas fungsi pengawasan legislatif serta tantangan dalam memastikan aspirasi masyarakat tetap terakomodasi.
Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Syarifuddin Budi, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat, menyoroti pentingnya menjaga integritas demokrasi dan memastikan pengawasan pemilu tetap berjalan optimal di masa transisi pemerintahan.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan kritis, mulai dari efisiensi anggaran KPU dan Bawaslu, efektivitas pengawasan legislatif, hingga kondisi ruang sipil dan demokrasi di Kalimantan Barat pasca Pemilu 2024.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas OSO Pontianak, Irvan Surya, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud peran aktif mahasiswa dalam mengawal demokrasi.
“Demokrasi sedang diuji, dan mahasiswa memilih untuk hadir serta bersikap. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung, bukan sekadar menjadi penonton,” ujarnya.












