SINTANG, KR – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menanggapi ambruknya Jembatan Sungai Pembunuh 4 di Desa Nanga Serawai, Kecamatan Serawai pada Minggu 8 Juni 2026 dan menyebabkan sebuah truk ikut terperosok.
Ronny mengatakan, kondisi sejumlah jembatan di pusat kota Kecamatan Serawai itu memang sudah mengalami kerusakan dan butuh penanganan segera. Bahkan, jembatan yang ambruk tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah untuk diperbaiki.
“Di Serawai ada beberapa jembatan yang kondisinya rusak. Jembatan yang ambruk kemarin sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah dan sudah masuk dalam usulan perbaikan,” ujarnya.
Menurut Ronny, pemerintah daerah juga telah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan infrastruktur tersebut dan berencana memasukkannya dalam penyempurnaan atau perubahan anggaran tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa Jembatan Sungai Pembunuh 4 merupakan salah satu usulan yang berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Sintang. Namun proses perbaikannya belum sempat direalisasikan karena masih berada pada tahap perencanaan serta penyesuaian harga.
“Kalau tidak salah, jembatan yang roboh ini termasuk salah satu usulan pokok pikiran DPRD lewat Pak Honoratus Guntur. Hanya memang belum sempat dilaksanakan karena masih dalam tahap perencanaan dan ada perubahan harga,” jelasnya.
Musibah ambruknya jembatan tersebut, lanjut Ronny, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Sintang melalui dinas teknis terkait akan segera mencari solusi penanganan darurat agar akses masyarakat tidak terganggu.
“Kami dari pemerintah bersama dinas teknis sedang berupaya menyiapkan langkah penanganan darurat. Kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan dan akhirnya terjadi musibah seperti yang sama-sama kita ketahui, sampai ada truk yang ikut ambruk di lokasi,” katanya.
