SINTANG, KR – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Lusi menyoroti sejumlah persoalan strategis yang dinilai masih menjadi dilema dan dirasakan langsung oleh masyarakat hingga saat ini.
Menurutnya, berbagai isu krusial tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan dan prioritas pembangunan.
Lusi menjelaskan bahwa persoalan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, masih jauh dari kata memadai. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi warga di pedalaman dan perbatasan.
“Isu-isu strategis di Kabupaten Sintang yang menjadi dilema dan masih dirasakan kita bersama seperti infrastruktur jalan dan jembatan yang sangat tidak memadai,” ucap Politisi Partai Demokrat ini.
Selain itu, ia menilai pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan masih belum optimal. Fasilitas yang terbatas, tenaga profesional yang minim, serta jangkauan layanan yang belum merata menjadi tantangan tersendiri, terutama di daerah terpencil.
Ia juga menyoroti harga komoditas unggulan, seperti karet, yang masih fluktuatif dan tidak memberikan kepastian bagi kesejahteraan petani. Kondisi ini membuat masyarakat desa kesulitan mendapatkan penghasilan stabil.
“Pelayanan kesehatan dan pendidikan belum optimal, harga-harga komoditi unggulan seperti karet masih relatif fluktuatif, dan ketahanan pangan belum tercapai,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, Lusi menegaskan bahwa ketersediaan air bersih dan listrik di sejumlah wilayah Sintang masih sangat rendah. Akses terhadap dua kebutuhan dasar ini masih menjadi keluhan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.
Ia menilai bahwa ketimpangan pembangunan antarkecamatan semakin terasa, bahkan berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi jika tidak segera diatasi.
“Pengadaan air bersih dan listrik sangat rendah, dan ketimpangan antara wilayah masih terjadi,” tegasnya.
Lusi berharap pemerintah daerah dapat menyusun strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berpihak pada masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembangunan secara optimal.
“Pemerataan pembangunan harus menjadi komitmen bersama demi menciptakan Sintang yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” pungkasnya.












