SINTANG, KR — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengingatkan para lulusan Sekolah Tinggi Kesehatan Kapuas Raya (Stikara) agar tidak hanya menggantungkan harapan pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Menurutnya, lulusan Stikara harus melihat perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis. Peluang kerja tidak hanya ada pada sektor pemerintahan, tetapi juga pada layanan kesehatan mandiri serta kebutuhan tenaga kesehatan di masyarakat.
“Artinya begini ya, lulusan-lulusan ini jangan hanya harap dibukanya pegawai negeri, seperti yang dikatakan bapak dari Dikti tadi. Tapi bagaimana meng-upgrade diri,” ucapnya kepada wartawan usai menghadiri prosesi Wisuda XIV Stikara Sintang di Ballroom My Home.
Ia mencontohkan bahwa di masa lalu, masyarakat bergantung pada dukun kelahiran. Namun saat ini, tenaga kesehatan yang terdidik memiliki peluang besar untuk mengambil peran serupa tetapi dengan standar pelayanan yang lebih profesional.
“Kenapa tidak menjadi penolong di masyarakat tetapi terdidik? Kalau zaman dulu ada dukun kelahiran, tapi ini bukan dukun lagi. Ini orang terdidik. Nggak apa-apa. Kalau perlu izin, ya diurus izinnya,” katanya.
Politisi Partai Amanat Nasional ini menegaskan bahwa kesempatan tidak selalu datang dari status kepegawaian. Banyak lulusan bisa memulai praktik sesuai kompetensi selama mengikuti regulasi, termasuk mengurus perizinan yang diperlukan.
“Kalau memang belum diangkat sebagai pegawai pemerintah, saya kira nggak ada masalah. Kan begitu ya,” tambahnya.
Ia juga menyoroti peluang besar bagi lulusan Program Studi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PIK). Menurutnya, kebutuhan tenaga rekam medis terus meningkat di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Termasuk yang rekam medik, peluangnya lebih tinggi karena ini jurusan baru. Mungkin di puskesmas-puskesmas, jadi harus siap bilamana ada peluang,” jelasnya.
Ia berharap lulusan Stikara terus mengembangkan kemampuan, memanfaatkan peluang, dan menjadi tenaga kesehatan profesional yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.












