Lintas Kapuas Raya

RSJ Sudiyanto Minim Fasilitas! Butuh IGD, Ambulans, dan Rumah Singgah

×

RSJ Sudiyanto Minim Fasilitas! Butuh IGD, Ambulans, dan Rumah Singgah

Sebarkan artikel ini
Direktur RSJ Sudiyanto, dr. Bagus Zodiak Adibrata.

 SINTANG, KR – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sudiyanto di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat masih menghadapi berbagai kendala dalam memberikan pelayanan maksimal kepada pasien.

Direktur RSJ Sudiyanto, dr. Bagus Zodiak Adibrata, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat membutuhkan Instalasi Gawat Darurat (IGD), ambulans, serta rumah singgah bagi pasien terlantar.

“Saat ini kami berjuang untuk mendapatkan IGD karena rumah sakit tanpa IGD itu tidak mungkin. IGD adalah pintu masuk bagi pasien. Selain itu, kami juga membutuhkan ambulans karena hingga kini belum memiliki fasilitas tersebut,” ungkap dr. Bagus ketika menerima kunjungan dari Komisi C DPRD Sintang kemarin.

Menurutnya, pengajuan ini bukan kali pertama diusulkan, namun terkendala pemotongan anggaran. Meski demikian, pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan sumber daya yang ada.

“Kami tetap berjalan karena kami tahu tugas kami adalah membantu manusia. Banyak pasien yang berasal dari kecamatan-kecamatan jauh. Jika mereka harus dirujuk ke Singkawang, biaya akan sangat besar. Jadi meskipun dengan keterbatasan, kami tetap menjalankan pelayanan kesehatan jiwa ini,” tuturnya.

Saat ini, RSJ Sudiyanto merawat sekitar 60 pasien, meskipun kapasitas idealnya hanya untuk 40 orang. Dalam kondisi tertentu, jumlah pasien sempat mencapai 70 orang. Namun, karena keterbatasan tenaga medis hanya terdiri dari dua dokter umum dan satu dokter spesialis jiwa pihak rumah sakit harus membatasi jumlah pasien yang diterima.

Butuh Dukungan Penuh dari Pemerintah

Selain fasilitas kesehatan, RSJ Sudiyanto juga menerima pasien terlantar yang dikirim oleh Dinas Sosial. dr. Bagus berharap pemerintah daerah dapat menyediakan rumah singgah khusus bagi mereka.

“Kami tidak hanya merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tetapi juga orang-orang terlantar. Tidak semua dari mereka mengalami gangguan jiwa, sehingga seharusnya ada tempat khusus bagi mereka. Saat ini ada sekitar 5-7 orang terlantar yang kami rawat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi Komisi C DPRD Sintang yang telah datang berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa Sudiyanto, karena selama beberapa tahun terakhir belum pernah ada kunjungan serupa.

“Sudah tiga tahun berjalan, belum ada kunjungan dari dewan. Maka, kedatangan Ibu Ketua Komisi C beserta timnya ini sangat luar biasa. Bagaimanapun, rumah sakit jiwa ini berpengaruh pada nyawa manusia,” ujarnya.

Menurut data, di Sintang terdapat sekitar 650 ODGJ. RSJ Sudiyanto menjadi satu-satunya rumah sakit jiwa yang menangani pasien dari empat kabupaten tetangga, yaitu Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, dan Sanggau.

“Kami berharap mendapatkan dukungan penuh, baik secara moral maupun material. Meskipun gedung ini awalnya merupakan rumah sakit umum dan spesifikasinya bukan untuk rumah sakit jiwa, kami tetap berupaya memberikan pelayanan sesuai standar yang ada,” pungkasnya.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *