SINTANG, KR – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, membuka Pelatihan Sumber Daya Manusia Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) se-Kabupaten Sintang Angkatan VIII, yang merupakan angkatan terakhir, di Aula CU Keling Kumang pada Kamis (4/12/2025). Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang ini diikuti 112 pengurus KMP dari 56 desa di Kecamatan Dedai dan Ketungau Hilir.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Sintang menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih di desa tidak boleh menjadi pesaing—apalagi menutup—usaha dan toko masyarakat yang sudah lebih dulu beroperasi.
“KMP hadir untuk mensejahterakan masyarakat. Karena itu, pengurus harus memakai intuisi dan instingnya untuk membuka jenis usaha yang belum ada di desa, tetapi dibutuhkan masyarakat serta memiliki peluang berkembang,” pesan Wabup Ronny.
Ia menambahkan, usaha tertentu tetap dapat dijalankan oleh koperasi bila berkaitan dengan program pemerintah. “Jika menjadi agen gas 3 kg atau pupuk bersubsidi, itu boleh. Karena barang subsidi pemerintah harus bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Wabup Ronny juga mengingatkan bahwa jenis usaha KMP akan berbeda-beda, tergantung potensi dan prospek masing-masing desa. Sektor pertanian dan perkebunan disebutnya sebagai peluang besar yang bisa dikembangkan koperasi.
“Saya mendorong KMP untuk membina petani padi, membeli gabah mereka, dan menyiapkan mesin penggilingan. Dengan begitu, ke depan setiap desa bisa menuju swasembada beras,” jelasnya.
Selain itu, ia meminta KMP menghadirkan produk unggulan desa berbasis olahan hasil pertanian. “Misalnya cabai dari petani, bisa diolah menjadi sambal dan dijual ke masyarakat. Ada produk unggulan desa, petani sejahtera, koperasi mendapat keuntungan,” terang Wabup Ronny.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta setiap KDKMP menyiapkan lahan minimal 1.000 meter persegi sebagai lokasi pembangunan tempat usaha koperasi.
“Risiko pasti ada, termasuk kemungkinan menyedot ADD desa. Harapan pemerintah dan masyarakat ada di pundak para pengurus KMP. Maka kelola KMP dengan benar dan serius. Perhatikan kesejahteraan masyarakat di desa masing-masing,” tegasnya.
Dengan pelatihan ini, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif, inovatif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.












