SINTANG, KR – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat pendampingan bagi kelompok penenun agar produk tenun khas daerah semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, keberadaan penenun lokal tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya daerah.
Juni menilai, produk tenun Sintang sebenarnya sudah memiliki kualitas yang baik, baik dari segi motif maupun nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Namun, masih diperlukan penguatan pada beberapa aspek, mulai dari pelatihan desain, peningkatan kualitas bahan, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif.
“Tenun kita sudah bagus, tinggal diperluas saja pasarnya supaya kesejahteraan penenun juga meningkat,” ujar Juni.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dinas terkait dalam memberikan pendampingan berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan tidak boleh berhenti pada pelatihan, tetapi harus menyentuh tahap hilir, terutama dalam hal akses pasar, promosi digital, dan kemitraan dengan pelaku usaha maupun UMKM lainnya.
“Saya berharap dinas terkait bisa terus mendampingi. Mulai dari pelatihan, kualitas bahan, sampai pemasaran. Karena ketika pasar terbuka, dampaknya langsung terasa bagi peningkatan penghasilan penenun,” tambahnya.
Juni juga mengajak seluruh pihak untuk turut mendukung pengembangan tenun lokal sebagai salah satu ikon produk unggulan daerah. Dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan yang tepat, ia optimistis tenun Sintang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
“Tenun ini adalah kebanggaan kita. Kalau kita kelola serius, ini bisa jadi sumber ekonomi besar bagi masyarakat,” pungkasnya Politisi Gerindra ini.












