SINTANG, KR – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memberikan arahan tegas kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang pada Rabu, 14 Januari 2026. Arahan tersebut disampaikan saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2025, Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Tahun 2026, serta Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, para kepala OPD, staf ahli bupati, camat, kepala bagian, sekretaris dinas, kepala bidang, hingga lurah se-Kabupaten Sintang.
Dalam arahannya, Bupati Sintang menegaskan sejumlah target makro yang harus dicapai pada tahun 2026. Ia menekankan pertumbuhan ekonomi daerah harus berada di atas 5 persen, angka kemiskinan ditekan maksimal 7 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas 71 poin, indeks infrastruktur di atas 52 poin, serta tingkat pengangguran terbuka maksimal 2,5 persen.
Bupati juga menaruh perhatian serius terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengapresiasi capaian PAD tahun 2025 yang berhasil melampaui target hingga 105 persen.
“PAD 2026 harus lebih maksimal. Kepala OPD wajib mencapai realisasi anggaran setinggi mungkin. Laksanakan belanja lebih awal dan segera entri SIRUP. Untuk belanja infrastruktur dan modal, lakukan survei lapangan agar data HPS dan RAB valid,” tegas Bupati.
Ia meminta seluruh kepala OPD segera memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta mempercepat proses pengadaan barang dan jasa. Evaluasi berkala terhadap standar satuan harga juga diminta agar pengendalian dan pengawasan realisasi belanja berjalan optimal.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya pelayanan publik yang bersih dan profesional, khususnya bagi OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Berikan pelayanan prima, hindari pungli, penyalahgunaan wewenang, dan perilaku diskriminatif. Isu sensitif seperti kelangkaan barang publik, persampahan, dan bencana harus direspons cepat melalui koordinasi lintas pihak,” ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang lesu dan kebijakan efisiensi anggaran, Bupati juga mengingatkan ASN untuk menjaga etika dan perilaku.
“Hindari gaya hidup mewah dan pamer di media sosial. Bangun komunikasi yang baik dengan DPRD Sintang, perkuat sinkronisasi program nasional dan daerah, serta aktif menjalin koordinasi dengan kementerian,” tutup Bupati Sintang.












