SINTANG, KR – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sintang, Agus Jam, mengakui masih ada masyarakat yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun saat ini pelayanan jemput bola ke daerah terpencil terpaksa dikurangi akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Menurut Agus, sebelumnya Disdukcapil Sintang rutin melakukan pelayanan perekaman KTP elektronik langsung ke desa-desa yang jauh dari pusat kota. Salah satu kegiatan tersebut pernah dilaksanakan di wilayah perbatasan seperti Senaning.
“Orang yang belum punya KTP pasti masih ada. Dulu kami sering jemput bola ke daerah, seperti ke Senaning, bahkan pernah lewat Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. Kegiatan itu sampai seminggu di sana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelayanan perekaman KTP di daerah terpencil sering menghadapi berbagai kendala, salah satunya keterbatasan jaringan internet. Bahkan dalam beberapa kesempatan, petugas harus menunggu hingga tengah malam agar proses perekaman data bisa dilakukan.
“Kadang kita harus cari tempat yang sinyalnya kuat. Bahkan sampai tengah malam baru bisa memproses data,” katanya.
Selain itu, dalam satu kegiatan pelayanan biasanya hanya beberapa desa yang dapat dilayani karena keterbatasan waktu. Setelah seluruh warga di desa tersebut terlayani, barulah petugas kembali ke Sintang.
Meski demikian, Agus mengatakan pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan membuka fasilitas perekaman di beberapa kecamatan, seperti di Kantor Camat Dedai dan Kecamatan Binjai Hulu.
“Kami juga berusaha mencari solusi dengan anggota dewan di masing-masing daerah pemilihan. Jika mereka bersedia membantu antar jemput masyarakat, kami siap memberikan pelayanan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan jemput bola membutuhkan biaya cukup besar karena melibatkan beberapa petugas sekaligus. Oleh sebab itu, saat ini Disdukcapil lebih memaksimalkan pelayanan di kantor sambil menunggu dukungan anggaran yang lebih memadai.












