SINTANG, KR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Muhammad Chomain Wahab, menyoroti perlunya pemerataan alat berat Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) di seluruh wilayah Kabupaten Sintang.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai sistem penempatan alat berat yang ada saat ini masih belum optimal karena terkonsentrasi di titik tertentu.
Menurutnya, kondisi geografis Sintang yang luas dengan 14 kecamatan membuat kebutuhan alat berat di lapangan harus disesuaikan agar penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan lebih cepat.
Ia mengusulkan agar setiap wilayah kerja memiliki unit alat berat masing-masing, sehingga tidak perlu lagi melakukan mobilisasi jarak jauh yang memakan waktu dan biaya.
“Harusnya alat berat itu per jalur. Misalnya Sepauk–Tempunak satu set, Kelam–Dedai–Sintang satu set, Kayan Hilir–Kayan Hulu satu set, Serawai–Ambalau satu set, dan Ketungau Hilir sampai Ketungau Hulu satu set,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, menurutnya, setiap kerusakan jalan dapat segera ditangani tanpa menunggu kondisi semakin parah. Selain itu, keberadaan alat berat yang standby di wilayah masing-masing akan meningkatkan efektivitas pemeliharaan infrastruktur jalan.
“Kalau standby di wilayah masing-masing, begitu ada kerusakan langsung ditangani, tidak menunggu sampai parah dulu,” tambahnya.
Oleh sebab itu, legislator dapil Sintang kota ini berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan usulan tersebut demi peningkatan pelayanan infrastruktur di Kabupaten Sintang.
“Semua ini demi percepatan pelayanan jalan di seluruh wilayah Sintang, karena saat ini memang kondisi jalan dan jembatan ditempat kita sangat memprihatinkan,” pungkasnya.












