SINTANG, KR – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Andri Sugianto menyoroti masih banyaknya kondisi rumah sekolah yang membutuhkan perhatian serius di daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Ketungau Hulu, Ketungau Tengah, Ketungau Hilir, dan Binjai Hulu.
Ia menegaskan bahwa kualitas bangunan sekolah merupakan faktor penting dalam menunjang kenyamanan dan hasil belajar siswa, sehingga harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menurut Andri, sejumlah sekolah di wilayah perbatasan dan pedalaman tersebut masih mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap, lantai, hingga ruang belajar yang sudah tidak layak digunakan.
Bahkan, beberapa bangunan merupakan hasil swadaya masyarakat puluhan tahun lalu dan belum pernah mendapat rehabilitasi menyeluruh.
“Di Ketungau dan Binjai Hulu, saya melihat langsung banyak rumah sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Ada yang atapnya bocor, lantainya rusak, dan ruang guru yang tidak layak lagi dipakai. Situasi ini tentu menghambat kegiatan belajar mengajar,” jelas Andri Sugianto.
Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan di daerah terpencil harus mendapat perlakuan yang sama dengan sekolah-sekolah di wilayah perkotaan. Tidak boleh ada kesenjangan yang membuat anak-anak di pedalaman tertinggal hanya karena sarana mereka tidak memadai.
“Anak-anak di perbatasan dan pedalaman berhak belajar di tempat yang aman dan nyaman. Kita tidak boleh membiarkan mereka belajar di gedung yang hampir roboh. Pemerintah daerah harus mempercepat program rehabilitasi sekolah di wilayah-wilayah ini,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan pemerintah kecamatan untuk mendata secara rinci seluruh sekolah yang mengalami kerusakan, kemudian memprioritaskan perbaikan berdasarkan tingkat urgensinya.
Ia juga mendorong agar alokasi anggaran pendidikan tahun 2026 benar-benar menyentuh daerah terpencil, bukan hanya terpusat di kota.
“Saya berharap tahun depan ada langkah nyata. DPRD siap mengawal penganggaran. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kita harus mulai dari infrastrukturnya,” pungkasnya
