SINTANG, KR — Persoalan genangan air di kawasan Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang, menjadi perhatian Kelurahan Ladang. Hasil penelusuran dan gotong royong bersama lintas sektor menemukan sebanyak 11 titik penyumbatan pada saluran drainase yang menyebabkan aliran air tidak berjalan maksimal.
Lurah Ladang, Aiduliansyah mengatakan, kegiatan pembersihan drainase dilakukan bersama sejumlah pihak seperti TNI, Polri, Damkar, kelurahan, serta unsur terkait lainnya selama dua hari pada Mei 2026 lalu.
“Harapan saya untuk drainase di jalan negara ini, kemarin kami sudah gotong royong bersama-sama melibatkan semua lintas sektor. Kami bekerja selama dua hari untuk membersihkan saluran yang tersumbat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyumbatan ditemukan mulai dari kawasan Toko Mewah Mebel, depan Masjid Al Amin, hingga sejumlah titik lain sepanjang Jalan Lintas Melawi.
Menurutnya, salah satu penyumbatan terparah ditemukan di sekitar Bengkel Satelit. Di lokasi tersebut, terdapat tumpukan tanah dan sisa material bangunan yang menghambat aliran air.
“Di depan Gang Alpawi ternyata ada tumpukan bekas bangunan ruko dan rumah. Setelah dibersihkan, materialnya mencapai sekitar dua dam,” ungkapnya.
Pembersihan kemudian dilanjutkan menyusuri saluran hingga kawasan depan Hotel Charlie, bengkel ban mobil, sampai ke area Kongko Kopi yang menjadi salah satu muara besar menuju Sungai Alay.
Aiduliansyah menyebut, di kawasan tersebut ditemukan banyak bekas mal bangunan yang melintang di dalam saluran drainase.
“Di sana penyumbatannya paling besar karena bekas mal-mal bangunan yang melintang. Saya salut kepada Damkar yang mengangkat material tersebut sehingga aliran air kembali lancar,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini salah satu bagian drainase di kawasan tersebut sedang diperbaiki dan dicor. Dirinya berharap nantinya dilengkapi dengan kontrol agar mudah dilakukan pemeliharaan.
“Yang penting ada kontrol, supaya ketika ada pembersihan atau perawatan bisa lebih mudah dilakukan,” jelasnya.
Ke depan, Aiduliansyah berharap para pelaku usaha yang berada di sepanjang Jalan Lintas Melawi ikut bertanggung jawab menjaga saluran drainase di depan tempat usaha masing-masing.
“Kami sudah menghimbau para pelaku usaha, terutama yang di depan usahanya dilewati parit, agar bertanggung jawab. Kalau ada sampah atau penyumbatan segera dibersihkan,” tegasnya.
Ia menilai, persoalan drainase bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama masyarakat dan pelaku usaha.
“Pemerintah sudah memikirkan kepentingan masyarakat, termasuk masalah limbah dan aliran air. Tinggal semangat gotong royong dan kepedulian bersama yang perlu ditingkatkan,” pungkasnya.
