SINTANG, KR – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Ardi menyoroti mulai munculnya keluhan masyarakat terkait kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Ia meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk melakukan pengecekan cepat di lapangan guna memastikan distribusi gas tetap aman dan tidak merugikan warga.
Ardi mengatakan, memasuki bulan Desember, konsumsi gas rumah tangga biasanya meningkat. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus segera melakukan langkah antisipasi, termasuk berkoordinasi dengan agen dan pangkalan resmi untuk mengetahui kondisi stok terbaru.
“Setiap tahun, ketika Nataru mendekat, selalu saja ada potensi kelangkaan. Kami tidak ingin masyarakat kembali menghadapi kesulitan mendapatkan tabung gas subsidi,” tegas Ardi.
Ia menambahkan, laporan yang ia terima menyebutkan harga tabung gas mulai merangkak naik di beberapa titik.
Oleh sebab itu, Politisi Gerindra ini meminta Disperindagkop Kabupaten Sintang turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan, permainan harga, atau pengalihan distribusi ke pihak-pihak yang tidak berhak.
“Gas subsidi ini untuk masyarakat kecil. Jangan sampai ada oknum yang memainkan situasi demi keuntungan pribadi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah mengadakan operasi pasar jika diperlukan, terutama di wilayah yang dianggap rawan kekurangan pasokan.
“Operasi pasar bisa menjadi solusi cepat agar harga kembali stabil dan masyarakat tidak panik. Pemerintah harus hadir di tengah kondisi seperti ini,” kata Ardi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi, tidak di pengecer yang menjual jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi.
“Kolaborasi pemerintah, agen, dan warga sangat penting agar kelangkaan tidak semakin parah,” pungkasnya.












