SINTANG, KR – Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa keberagaman di tengah masyarakat Kabupaten Sintang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Sintang.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Komunikasi Sosial Kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang pada Rabu, 18 Februari 2026, di Pendopo Bupati Sintang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Forkopimcam, para camat dan lurah, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda se-Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang menyampaikan bahwa komunikasi sosial kemasyarakatan penting untuk meningkatkan koordinasi, keterpaduan, dan sinergitas antarunsur aparatur pemerintah, baik instansi vertikal maupun daerah, bersama masyarakat dalam rangka mengantisipasi dan mencegah potensi konflik.
“Kita perlu menjalin silaturahmi dan mengefektifkan komunikasi bersama aparatur negara dan para tokoh masyarakat agar semakin solid, kuat, dan kompak dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik yang timbul di tengah masyarakat, guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sintang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Sintang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
“Kita semua menyadari Kabupaten Sintang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah anugerah dan menjadi fondasi bagi pembangunan kita bersama. Dalam dinamika sosial yang beragam, terdapat potensi gesekan yang dapat memicu konflik sosial. Karena itu, diperlukan peran kita semua dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan. Inilah kunci utama menuju kedamaian dan ketenangan wilayah kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penanganan konflik sosial harus dilakukan secara komprehensif, integratif, efektif, efisien, akuntabel, dan transparan, melalui langkah-langkah pencegahan, penghentian, serta pemulihan pascakonflik.
Untuk itu, diperlukan koordinasi lintas sektoral guna meningkatkan efektivitas penanganan konflik. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif, berkolaborasi secara baik dan efektif, serta saling berbagi informasi dalam memetakan potensi konflik yang mungkin timbul.
“Mari kita waspadai isu-isu dan berita hoaks di media sosial. Dengan deteksi dini dan komunikasi yang baik, kita dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.












