SINTANG, KR – Kebakaran terjadi di kawasan Baning Kota, Kabupaten Sintang pada Minggu siang, 15 Maret 2026. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang, Yudius, mengatakan bahwa kebakaran dapat terjadi karena berbagai faktor, baik yang disebabkan oleh kelalaian manusia maupun faktor teknis lainnya.
Menurutnya, salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah kelalaian manusia, seperti meninggalkan kompor yang masih menyala, membuang puntung rokok sembarangan, hingga tidak mematikan peralatan listrik yang sudah tidak digunakan.
“Banyak kebakaran terjadi karena kelalaian, misalnya kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. Hal-hal kecil seperti ini bisa memicu kebakaran,” ujar Yudius.
Selain itu, kerusakan pada instalasi listrik juga menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kebakaran, seperti korsleting listrik, kabel yang sudah rusak, maupun penggunaan peralatan listrik yang tidak memenuhi standar.
Ia juga menjelaskan bahwa bahan yang mudah terbakar seperti bensin, minyak tanah, maupun bahan kimia lainnya harus disimpan dengan baik agar tidak menimbulkan risiko kebakaran.
Selain faktor manusia dan teknis, kebakaran juga bisa dipicu oleh api terbuka seperti lilin atau korek api yang tidak diawasi, hingga faktor alam seperti petir.
Untuk mencegah kebakaran, Yudius mengimbau masyarakat agar selalu memastikan peralatan listrik dimatikan ketika tidak digunakan, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, serta melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik di rumah.
Ia berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.












