SINTANG, KR – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sintang mendukung peluncuran Sekolah Budaya Kain Pantang yang mengusung tema “Merajut Tradisi, Membangun Generasi Mandiri.”
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sintang, Subendi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif berdirinya Sekolah Budaya Kain Pantang. Menurutnya, keberadaan sekolah budaya ini sangat penting dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus menumbuhkan kemandirian generasi muda melalui pengenalan kerajinan kain tradisional.
Subendi menjelaskan bahwa kain pantang merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang memiliki nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Karena itu, perlu adanya upaya bersama untuk memperkenalkan dan mengembangkan kerajinan tersebut agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Melalui Sekolah Budaya Kain Pantang ini, kita berharap generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah, sekaligus memiliki keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Disperindagkop Kabupaten Sintang akan terus mendukung pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal, termasuk melalui pembinaan pelaku usaha dan pengrajin agar mampu meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran.
Kegiatan launching tersebut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Plh. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Bidang Kebudayaan Matius Pahan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sintang Subendi beserta jajaran, Danus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Bidang Kebudayaan, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang Hermina Bala.
Selain itu, hadir pula perwakilan Universitas Kapuas Sintang Hilda, Kepala SMP Negeri 1 Sintang Aceng beserta jajaran dan siswa-siswi, Kepala SMK Kartini Sintang Suster Maria beserta jajaran dan siswa-siswi, Kepala RRI Sintang, serta pengurus Yayasan Rumah Belajar Kain Pantang.
Melalui kegiatan ini diharapkan pelestarian budaya kain pantang dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, dan bangga terhadap budaya daerahnya.












