SINTANG, KR – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang, Toni mengungkapkan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi serta peningkatan pendampingan kepada para petani di lapangan.
Menurutnya, dua hal ini merupakan persoalan paling krusial yang sering dikeluhkan masyarakat dan harus menjadi prioritas Dinas Pertanian dan Perkebunan.
Toni menilai persoalan kelangkaan pupuk subsidi hampir muncul setiap tahun, sementara kebutuhan petani terus meningkat. Ia meminta Distanbun memastikan distribusi berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran, sehingga tidak ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk pada masa tanam.
“Kita minta Distanbun meningkatkan pengawasan pupuk subsidi. Ini penting agar pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak. Jangan sampai ada penyimpangan atau kelangkaan buatan di lapangan,” tegas Toni.
Selain pengawasan, Toni juga menyoroti pentingnya pendampingan yang lebih intensif bagi petani. Menurutnya, banyak petani yang membutuhkan bimbingan teknis terkait pola tanam, pemupukan, hingga pengendalian hama agar hasil produksi lebih optimal.
“Pendampingan harus diperkuat. Petani tidak hanya butuh bantuan fisik seperti pupuk dan bibit, tetapi juga perlu didampingi supaya mereka bisa meningkatkan kualitas hasil pertanian. Ini tugas penting penyuluh dan jajaran Distanbun,” ujarnya.
Toni menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian dan perkebunan sangat bergantung pada kebijakan teknis yang tepat serta kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Ia juga berharap Distanbun melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program sebelumnya agar perencanaan 2025 lebih efektif dan tepat sasaran.
“Petani adalah tulang punggung ekonomi Sintang. Maka program Distanbun harus benar-benar berpihak kepada mereka,” tambahnya.
Komisi D DPRD Sintang berkomitmen mengawal pengawasan pupuk subsidi dan peningkatan pendampingan petani, dengan harapan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sintang dapat semakin maju, produktif, dan menyejahterakan masyarakat.












