SINTANG, KR – Peristiwa perkelahian yang terjadi di Warkop Ajan, kawasan depan Waterfront Sungai Durian, Kabupaten Sintang, viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Dalam rekaman video yang diterima media ini, terlihat seorang pria berinisial I datang ke lokasi dan langsung menyerang korban berinisial D yang saat itu sedang nongkrong bersama rekan-rekannya.
Polisi memastikan insiden tersebut merupakan persoalan internal antara dua pihak yang saling mengenal dan tidak berkaitan dengan kasus lain yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan masyarakat.
Kapolsek Sintang Kota, Iptu Heru Woldy, menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Rabu siang sekitar pukul 11.15 WIB hingga menjelang pukul 11.30 WIB.
“Memang ada perkelahian antara kedua belah pihak. Namun permasalahan itu murni permasalahan internal warga yang notabene sama-sama saling kenal,” ujar Heru saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut disebut sudah berlangsung sejak akhir tahun 2025 dan memuncak pada kejadian di Warkop Ajan.
Dari informasi awal yang diperoleh kepolisian, dugaan sementara pemicu perkelahian dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan rasa cemburu. Pelaku disebut menduga korban memiliki hubungan dengan istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami motif sebenarnya.
“Untuk informasi awal yang kita dapatkan, si pelaku menganggap korban ada hubungan dengan istrinya. Tapi itu masih kita dalami lagi dalam pemeriksaan,” katanya.
Heru menegaskan korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul dan telah menjalani visum. Korban disebut menerima tiga jahitan di bagian kepala.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penggunaan senjata tajam. Menurutnya, pelaku memang membawa sangkur, namun dalam kondisi tertutup dan tidak digunakan untuk menusuk korban.
“Yang terjadi murni pemukulan menggunakan benda tumpul. Sangkur memang dibawa, tetapi masih dalam posisi tertutup dan dipukulkan ke arah kepala, bukan ditusukkan,” jelasnya.
Pihak kepolisian memastikan peristiwa tersebut tidak memiliki kaitan dengan kasus-kasus viral lainnya yang sempat ramai dibicarakan masyarakat.
“Tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan viral sebelumnya. Ini murni persoalan internal kedua belah pihak yang juga masih ada hubungan keluarga dan sudah saling kenal lama,” pungkas Heru.












