SINTANG, KR – Jembatan penghubung di Desa Nanga Ungai, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang dilaporkan putus akibat derasnya arus sungai dan tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Putusnya jembatan tersebut menyebabkan akses masyarakat dari pusat Desa Nanga Ungai menuju sejumlah dusun lainnya terganggu. Warga kini kesulitan melintas karena jembatan itu merupakan jalur utama penghubung antarwilayah di desa tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan jembatan yang putus itu merupakan akses vital bagi masyarakat di Desa Nanga Ungai.
“Betul, jembatan itu akses utama masyarakat dari pusat desa menuju beberapa dusun. Yang putus itu dibangun dengan ADD tahun 2022. Tentu sangat berdampak bagi aktivitas warga karena sekarang akses jadi terputus,” ujar Anastasia saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terlalu lama mengalami kesulitan akses, terutama di tengah situasi banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kayan Hulu.
“Kami berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk penanganan darurat supaya masyarakat tetap bisa beraktivitas dan akses antar dusun kembali terbuka,” katanya.
Selain mengganggu mobilitas warga, putusnya jembatan tersebut juga berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok hingga akses anak-anak menuju sekolah.
Hingga saat ini kondisi cuaca di wilayah Kayan Hulu masih didominasi hujan ringan hingga kuat. Warga di sekitar lokasi pun diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan arus sungai yang deras.












