SINTANG, KR – Banjir besar kembali melanda wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Meluapnya debit Sungai Kayan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu menyebabkan 15 desa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter. Ribuan warga terdampak, akses jalan provinsi terganggu, bahkan Kantor Polsek Kayan Hilir ikut tergenang air.
Kapolsek Kayan Hilir, AKP Nikadelis Dekok, mengatakan pihaknya bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan unsur masyarakat terus melakukan monitoring perkembangan situasi banjir di lapangan.
“Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu Sungai Kayan menyebabkan debit air terus meningkat. Saat ini ada 15 desa yang sudah termonitor terdampak banjir dan kami terus melakukan pemantauan perkembangan situasi,” ujar AKP Nikadelis Dekok, Selasa 19 Mei 2026.
Adapun desa-desa yang terdampak banjir yakni Desa Pakak, Landau Beringin, Neran Baya, Nanga Mau, Melingkat, Batu Netak, Sungai Garong, Sungai Sintang, Sungai Buaya, Lengkong Bindu, Nyangkom, Jaya Sakti, Mekar Mandiri, Pelaik dan Desa Nanga Tikan.
Berdasarkan data sementara dari Polsek Kayan Hilir, total warga terdampak mencapai lebih dari 1.500 kepala keluarga. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa akibat banjir tersebut.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman dari banjir. Hingga kini belum ada lokasi pengungsian khusus yang dibuka.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Kayan Hilir menuju Kota Sintang. Titik genangan terpantau berada di jalur Desa Jaya Sakti, Desa Mekar Mandiri hingga ruas Nanga Mau menuju Tebidah Sungai Menuang sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan.
AKP Nikadelis Dekok menambahkan, kondisi banjir juga berdampak pada aktivitas pelayanan di Mapolsek Kayan Hilir. Kantor Polsek saat ini turut tergenang air dengan ketinggian sekitar 1,5 meter.
“Untuk mengantisipasi bahaya korsleting listrik, aliran listrik sementara kami matikan. Meski demikian pelayanan kepada masyarakat tetap kami upayakan berjalan semaksimal mungkin,” katanya.
Polsek Kayan Hilir bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa saat ini terus melakukan pendataan warga terdampak serta menyiapkan langkah penyaluran bantuan apabila diperlukan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Kayan dan anak sungainya agar tetap waspada mengingat debit air masih terus mengalami kenaikan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.












