SINTANG, KR – Banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, mulai memunculkan jeritan warga yang merasa seolah luput dari perhatian. Di Desa Nyangkom, seorang ibu muda bernama Evi Pania meluapkan kesedihannya melalui video yang kini viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Evi terlihat menggendong bayinya di dalam rumah yang masih terendam banjir hingga ke bagian kamar tidur. Dengan suara lirih namun penuh kekecewaan, ia memanggil para pejabat negara untuk melihat langsung penderitaan masyarakat kecil yang kini bertahan di tengah genangan air.
“Oo para pejabat tinggi, presiden, menteri, bupati, gubernur, tentara, polisi, segala anggota DPR, MPR, lihatlah kami di sini,” ucap Evi.
Ia mengaku selama ini tidak pernah menuntut banyak kepada pemerintah. Namun banjir yang berkepanjangan membuat warga kehilangan kenyamanan, sulit tidur dan terpaksa mengungsi demi keselamatan keluarga.
“Oi pejabat tinggi, kalau tidak seperti saat ini kami tak pernah meminta apa-apa. Coba lihat rumah kami ini, lihat benar-benar, mata dibuka ya,” katanya dengan nada sedih.
Evi juga mengingatkan bahwa masyarakat selama ini selalu memberikan dukungan dan kepercayaan kepada para pemimpin saat pemilu berlangsung. Namun ketika bencana datang, warga berharap keberpihakan dan kepedulian benar-benar hadir di tengah mereka.
“Seperti kami membuka hati saat kami memilih kalian dulu. Tolong, sampai begini kami kena banjir. Tidak bisa tidur, kami sudah mengungsi,” ungkapnya.
Dalam video yang menyentuh hati itu, Evi turut memperlihatkan kondisi anaknya yang masih kecil berada di tengah rumah yang digenangi air. Ia berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kayan Hilir.
“Lihat anak kami masih kecil, minta tolong, beri kami bantuan. Jangan hanya mau suara kami saja,” ujarnya penuh harap.
Hingga saat ini, banjir masih merendam sejumlah desa di Kecamatan Kayan Hilir. Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan membantu masyarakat yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat bencana tersebut.












