SINTANG, KR – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Markus Jembari, meminta pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon yang dikeluhkan masyarakat.
Menurut Markus, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas subsidi tersebut.
“Gas melon ini kebutuhan dasar masyarakat. Kalau sampai langka dan mahal, tentu sangat memberatkan,” ujar Markus Politisi Demokrat ini pada Rabu (25/3/2026).
Ia menilai, pemerintah daerah perlu memastikan distribusi gas subsidi berjalan dengan baik hingga ke tingkat bawah, sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan di tengah masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti masih lemahnya pengawasan di lapangan.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka peluang terjadinya penimbunan maupun permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini tentu merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan akses terhadap gas subsidi dengan harga terjangkau.
“Kita minta ada pengawasan yang ketat di lapangan, mulai dari agen hingga pengecer, agar distribusi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Markus juga mendorong agar pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk distributor dan aparat pengawas, untuk memastikan ketersediaan gas tetap terjaga.
Ia berharap langkah cepat dapat segera diambil agar kelangkaan gas melon tidak terus berlanjut dan masyarakat bisa kembali mendapatkan pasokan dengan harga normal.
“Harapan kita, masalah ini segera diatasi sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas subsidi,” pungkas Markus.












