PONTIANAK, KR — Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Badan Eksekutif Mahasiswa Se–Kalimantan (BEM SEKA) Wilayah Kalimantan Barat Tahun 2025 yang digelar pada 12–13 Desember 2025 di Universitas OSO, Kota Pontianak, menjadi momentum penting konsolidasi gerakan mahasiswa Kalimantan Barat.
Forum ini tidak sekadar membahas agenda organisasi, tetapi menjadi ruang penyatuan sikap mahasiswa terhadap berbagai persoalan struktural yang dihadapi masyarakat Kalimantan Barat, mulai dari isu pendidikan, lingkungan hidup, ketimpangan pembangunan, hingga kebijakan publik daerah yang berdampak langsung pada rakyat.
Melalui Sidang Pleno Pemaparan Isu Daerah, mahasiswa dari berbagai wilayah menyampaikan persoalan yang dihadapi di daerahnya masing-masing. Pembagian wilayah dilakukan berdasarkan Koordinator Daerah (Korda), yakni:
Korda 1: Pontianak dan Kubu Raya
Korda 2: Ketapang
Korda 3: Sambas dan Singkawang
Korda 4: Sintang dan Sekadau
Pemaparan isu tersebut memperlihatkan bahwa persoalan di Kalimantan Barat tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan membutuhkan respons kolektif mahasiswa lintas kampus dan wilayah.
Sebagai tuan rumah, Irvan Surya, Presiden Mahasiswa Universitas OSO sekaligus Sekretaris Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat, menegaskan bahwa hasil RAKERWIL tidak akan berhenti sebagai dokumen forum.
“Isu-isu daerah yang muncul dalam RAKERWIL ini akan kami satukan menjadi agenda gerakan wilayah. BEM SEKA Kalbar akan melakukan konsolidasi lanjutan untuk menentukan langkah advokasi, baik melalui audiensi dengan pemangku kebijakan maupun aksi mahasiswa di ruang publik,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat, Meksi Kerol, yang menilai RAKERWIL sebagai langkah awal memperkuat barisan gerakan mahasiswa.
“RAKERWIL ini menjadi titik temu gagasan dan keberanian mahasiswa Kalimantan Barat. Dengan konsolidasi wilayah yang kuat, gerakan mahasiswa tidak lagi sporadis, tetapi bergerak dalam satu arah perjuangan,” ujarnya.
RAKERWIL juga menetapkan Koordinator Daerah (Korda) sebagai simpul gerakan di masing-masing wilayah, yaitu:
Korda 1 (Pontianak–Kubu Raya): Muhammad Fathir Maulana – Universitas Tanjungpura
Korda 2 (Ketapang): Pitri – Politeknik Negeri Ketapang
Korda 3 (Sambas–Singkawang): Auryn Safwah Naurahpashani – STIKes Sambas
Ke depan, seluruh isu yang telah dipetakan akan disatukan dan ditindaklanjuti oleh BEM SEKA Kalimantan Barat melalui konsolidasi internal, penguatan jaringan, serta langkah advokasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.
RAKERWIL BEM SEKA Kalbar 2025 menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan moral dan sosial yang tidak hanya kritis dalam wacana, tetapi hadir dalam perjuangan nyata bersama masyarakat Kalimantan Barat.
