SINTANG, KR – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menerima kunjungan manajemen Normah Medical Specialist Center Kuching, Sarawak, di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (15/4/2026).
Rombongan Normah Medical Specialist Center dipimpin oleh Deputi Business Development and Corporate Affairs, Mr. Bidari Muhammad Suhaili. Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, jajaran Dinas Kesehatan, manajemen RSUD AM Djoen Sintang, serta pimpinan OPD terkait.
Bupati Bala menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah awal mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama di bidang kesehatan.
“Pertemuan ini penting untuk membangun hubungan baik. Bahasa kita relatif sama sehingga komunikasi berjalan lancar. Kami juga mengapresiasi karena pihak Normah tidak semata-mata mengejar profit, tetapi juga mengedepankan nilai sosial, kemanusiaan, dan pelayanan,” ujar Bala.
Ia juga berharap adanya kemudahan bagi masyarakat Sintang yang berobat ke rumah sakit tersebut.
“Kami memiliki RSUD AM Djoen yang cukup besar, meski peralatannya masih terbatas. Kami berharap masyarakat Sintang yang berobat ke Normah dapat diberikan kemudahan. Jika ada pasien yang belum memungkinkan untuk pulang, kami mohon dapat dibantu,” harapnya.
Bupati Bala turut menyinggung faktor kecocokan dalam proses pengobatan yang kerap dirasakan masyarakat.
“Dalam pengobatan, kadang ada faktor kecocokan. Ada pasien yang tidak sembuh di satu tempat, tetapi bisa sembuh di tempat lain,” tambahnya.
Sementara itu, Mr. Bidari Muhammad Suhaili menyampaikan bahwa kunjungannya ke Sintang bertujuan memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin sebelumnya.
“Kami pernah berkunjung ke Sintang pada 2014. Normah Medical Specialist Center merupakan milik Pemerintah Negeri Sarawak, sehingga memiliki unsur sosial. Kami pernah merawat pasien dari Indonesia yang mengalami keterbatasan biaya, dan tetap kami rawat hingga sembuh sebelum dipulangkan. Kami tidak semata-mata mengutamakan bisnis,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat rumah sakit di Kalimantan Barat sebagai pesaing, melainkan mitra dalam misi kemanusiaan.
“Kami tidak bersaing, tetapi hadir untuk membantu dan mengedepankan kemanusiaan. Seluruh peralatan medis kami didukung pemerintah, sehingga kami memiliki tanggung jawab untuk menolong. Karena itu, kami ingin menjalin persahabatan dengan pemerintah daerah di sini agar ke depan kerja sama semakin mudah,” pungkasnya.












