SINTANG, KR – Kabar duka kembali datang dari medan tugas di Papua. Seorang prajurit TNI asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Praka Anumerta Aprianus, dilaporkan gugur saat menjalankan tugas negara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas.
Ucapan belasungkawa turut disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan. Dalam unggahan di media sosial resminya, ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya prajurit Yonif 611/Awang Long tersebut.
“Turut berduka cita atas meninggalnya Praka Aprianus, prajurit Yonif 611/Awang Long asal Sintang, Kalbar,” tulisnya dalam pernyataan tersebut.
Dalam unggahan itu juga disampaikan bahwa pengabdian terakhir almarhum menjadi bukti nyata bahwa tugas sebagai prajurit bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengorbanan tertinggi untuk bangsa dan negara. Sosok Praka Aprianus dikenang sebagai bagian dari garda terdepan dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Meski belum ada keterangan resmi secara rinci terkait kronologi kejadian dari pihak berwenang, informasi yang beredar menyebutkan bahwa almarhum gugur saat menjalankan tugas di wilayah konflik di Papua.
Kepergian Praka Aprianus menambah daftar panjang prajurit yang gugur dalam tugas menjaga keamanan negara. Hal ini kembali mengingatkan bahwa di balik keindahan alam Papua, terdapat tantangan besar yang dihadapi aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah.
Masyarakat Sintang pun turut berduka atas kehilangan salah satu putra daerah terbaiknya. Banyak pihak berharap pemerintah dan TNI dapat memberikan penghormatan serta perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pengorbanan Praka Aprianus menjadi simbol dedikasi tanpa batas seorang prajurit. Ia telah menunaikan tugasnya hingga akhir hayat, menjaga kedaulatan negara dengan taruhan nyawa.












