SINTANG, KR – Keindahan alam Papua yang selama ini dikenal memukau, kembali diselimuti kabar duka. Seorang prajurit TNI asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, gugur dalam tugas saat terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata.
Prajurit tersebut adalah Praka Anumerta Aprianus, anggota Yonif 611/Awang Long, yang merupakan putra daerah asal Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aprianus lahir pada 17 September 2001.
Peristiwa kontak tembak terjadi pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.55 WIT di wilayah Kabupaten Nduga. Insiden tersebut melibatkan tim ambush TK Setmid Satgas Yonif 623/BWU dengan kelompok OPM Kodap III Ndugama.
Dalam kejadian itu, aparat dilaporkan sempat melihat sekitar 15 anggota kelompok bersenjata, yang kemudian berujung pada baku tembak. Dari kontak tersebut, dua anggota kelompok OPM dikabarkan tewas.
Namun, dalam insiden yang sama, Pratu Aprianus mengalami luka tembak serius di bagian leher.
Ia diketahui bertugas sebagai personel Satgas Tabakpan 6 Timpur TK Setmid Satgas Yonif 623/BWU, dengan satuan asal dari Morse Kiban Yonif 611/Awang Long. Akibat luka yang dideritanya, ia dinyatakan gugur dalam tugas.
Jenazah almarhum telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Timika untuk penanganan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Sintang.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi gangguan susulan.
Kepergian Praka Anumerta Aprianus menambah daftar panjang prajurit yang gugur dalam tugas di Papua, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat di Kabupaten Sintang.












