Lintas Kapuas Raya

BBM Langka di Sintang, Ini Penjelasan Kepala Pertamina Depot Sintang

×

BBM Langka di Sintang, Ini Penjelasan Kepala Pertamina Depot Sintang

Sebarkan artikel ini

SINTANG, KR – Kepala Depot Pertamina Sintang, Rizky Firmansyah, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang pada Jumat, 13 Februari 2026, di Pendopo Bupati Sintang.

Dalam kesempatan tersebut, Rizky menjelaskan bahwa sejak Januari hingga pertengahan Februari 2026, curah hujan di wilayah tersebut sangat rendah sehingga menyebabkan ketinggian air Sungai Kapuas berada di level 2,1 meter.

“Untuk tugboat Pertamina dapat beroperasi, minimal ketinggian air 4 meter. Sementara ini kami sangat bergantung pada jalur sungai untuk menyuplai BBM ke Sintang. Berkurangnya debit air Sungai Kapuas disebabkan rendahnya curah hujan serta pendangkalan,” jelas Rizky.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat tiga kapal milik Pertamina berkapasitas masing-masing 4.500 KL yang tertahan di Sanggau dan belum dapat melanjutkan perjalanan ke Field Terminal Sintang untuk menyuplai BBM ke wilayah hulu.

“Stok yang ada di Sintang saat ini hanya untuk kebutuhan darurat (emergency). Kami telah melakukan berbagai upaya mitigasi, salah satunya dengan mengoptimalkan mobil tangki yang mengambil langsung pasokan dari Pontianak. Terminal di Pontianak kini beroperasi 24 jam,” terangnya.

Selain itu, Pertamina juga tengah mencari alternatif terminal darurat di Sanggau. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Sanggau untuk membuka kemungkinan pembongkaran muatan kapal di wilayah tersebut.

“Kami sedang melakukan pengkajian aspek keamanan. Jika pembongkaran darurat di Sanggau dapat dilakukan, jarak distribusi mobil tangki bisa dipersingkat dibandingkan harus mengambil dari Pontianak,” ujarnya.

Pertamina juga terus mengoptimalkan armada mobil tangki untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan. Rizky mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

“Insya Allah pasokan dari Pontianak selalu ada. Namun mungkin terjadi keterlambatan karena jarak tempuh yang cukup jauh dan membutuhkan waktu,” katanya.

Rizky berharap curah hujan segera meningkat sehingga ketinggian air Sungai Kapuas kembali normal dan kapal tugboat dapat berlayar menuju Sintang.

“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Berdasarkan informasi, kondisi ini belum memasuki musim kemarau, hanya curah hujan yang sedang rendah. Kami akan berupaya semaksimal mungkin dan melakukan best effort dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

 

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *