SINTANG, KR – Camat Kayan Hulu, Yudius, mendorong masyarakat untuk turut mendukung implementasi program Merah Biru Gerakan (MBG) dan Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pelibatan langsung masyarakat di tingkat desa.
Yudius menyampaikan, wilayah 3 T di Kecamatan Kayan Hulu baru diterapkan di empat desa, yaitu Desa Merah Arai, Desa Tanjung Lalau, Desa Nanga Oran, dan Desa Nanga Ungai.
Untuk memperluas pemahaman masyarakat, pada 13 November 2025, pihak kecamatan menggandeng Satgas Kecamatan Kayan Hulu untuk melakukan sosialisasi.
“Kami sosialisasi dengan warga bahwa kita wajib mendukung program Astacita Presiden Prabowo. Selain mendukung pemerintah, program MBG ini juga punya nilai ekonomis bagi masyarakat karena melibatkan mereka secara langsung,” ujar Yudius.
Menurutnya, program MBG dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor, seperti peternakan ayam petelur, ayam buras, serta budidaya sayuran seperti sawi, terong, dan kacang panjang. Kegiatan ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan pangan desa.
“Ini bukan hanya program pemerintah yang harus kita dukung, tapi juga memberi manfaat langsung bagi warga. Melalui MBG, masyarakat bisa diberdayakan secara ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yudius menjelaskan bahwa ibukota Kecamatan Kayan Hulu menjadi salah satu lokasi yang diusulkan (SPPG). Hal itu dinilai sangat relevan karena di ibukota kecamatan terdapat ribuan pelajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
“Kalau untuk Kayan Hulu, ibukota kecamatan kita usulkan untuk SPPG, karena di sini ribuan siswa berada. Harapannya, target pendidikan dan pembangunan SDM pemerintah bisa tercapai,” jelasnya.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, satgas kecamatan, dan masyarakat, program MBG dan Astacita dapat berjalan optimal dan membawa perubahan nyata di Kayan Hulu.












