SINTANG, KR – Jembatan Sungai Butu yang terletak di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat perannya yang vital dalam menghubungkan tiga desa, yaitu Desa Sungai Segak, Nanga Pari, dan Temawang Bulai.
Meskipun fungsional, jembatan ini dinilai sudah waktunya untuk dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih kokoh.
Menurut keterangan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Sintang, komunikasi antara legislatif dan pemerintah daerah sudah dilakukan terkait pembangunan jembatan tersebut.
Namun, anggaran untuk pembangunan jembatan permanen masih belum tersedia dalam waktu dekat.
“Jembatan Sungai Butu sudah masuk dalam pembahasan dengan pemerintah daerah dan insyaallah akan dianggarkan. Tapi untuk tahun ini belum, dan kemungkinan tahun depan juga belum. Mungkin di tahun-tahun mendatanglah baru bisa direalisasikan. Tapi yang pasti, sudah menjadi agenda pemerintah daerah,” ucapnya.
Saat ini, jembatan masih bisa difungsikan, meskipun sudah beberapa kali dilakukan perbaikan sementara.
Ia menilai, jika terus dilakukan perbaikan kecil, anggaran yang terserap justru akan lebih besar dibanding membangun jembatan permanen dengan konstruksi jembatan bailey yang lebih tahan lama.
“Kalau terus kita rehab, itu serap anggaran juga besar. Lebih baik kita bangun jembatan bailey yang lebih kuat dan tahan lama,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat di wilayah perhuluan sangat bergantung pada infrastruktur ini. Jika jembatan rusak total, akses dan mobilitas warga akan terganggu serius.
“Kasihan masyarakat di perhuluan kalau sampai jembatannya rusak parah. Ini menyangkut akses vital mereka,” pungkasnya.












