SINTANG, KR – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sandan mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Desa Deme di Kecamatan Ambalau yang hingga kini masih berada dalam keadaan terisolir. Akses menuju desa tersebut sangat sulit karena belum tersedianya jalan darat.
Sandan menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk menuju Desa Deme adalah menggunakan perahu ces. Namun jalur sungai pun tidak bisa mengantarkan warga hingga ke kampung.
“Perahu hanya bisa sampai titik tertentu. Setelah itu, masyarakat masih harus berjalan kaki selama beberapa jam untuk bisa mencapai Desa Deme,” ungkap Politisi dari Partai Gerindra ini.
Ia menilai kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama dan harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Keterisolasian tersebut bukan hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga menghambat pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan distribusi kebutuhan pokok.
“Kita tidak bisa membiarkan masyarakat di Deme terus hidup dalam keterbatasan akses seperti ini. Pemerintah harus hadir dan mencari solusi konkret agar desa tersebut tidak lagi terpinggirkan,” tegas Sandan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan, merupakan kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat merasakan pemerataan pembangunan seperti wilayah lain di Kabupaten Sintang.
“Sudah saatnya pemerintah hadir sepenuhnya baik daerah, provinsi maupun pusat. Warga Deme berhak mendapatkan akses layak seperti masyarakat lainnya, karena memang akses kesana itu sangat memprihatinkan,” pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan Serawai-Ambalau ini.












