SINTANG, KR – Sejak memasuki akhir tahun, curah hujan di Kabupaten Sintang semakin meningkat. Guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga kuat beberapa hari terakhir membuat air di sejumlah wilayah mulai merangkak naik, terutama daerah yang berada di bantaran sungai.
Situasi ini mendorong Anggota Komisi C DPRD Sintang, Sebastian Jaba untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Menurut Jaba, kondisi geografis Sintang yang diapit dua sungai besar Sungai Kapuas dan Sungai Melawi membuat daerah ini selalu berada dalam zona rawan banjir ketika curah hujan meningkat. Apalagi, wilayah hilir sering menerima dampak dari naiknya debit air kiriman dari hulu.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga kuat sering melanda Kabupaten Sintang dalam beberapa pekan ini. Saya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan genangan,” ucap Jaba.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat oleh sampah dan melakukan langkah antisipasi sederhana di rumah masing-masing. Hal kecil seperti membersihkan parit atau meninggikan barang-barang penting diyakininya dapat memperkecil risiko kerugian saat banjir datang secara tiba-tiba.
Sebastian turut mendorong pemerintah desa, kecamatan, serta BPBD untuk aktif memantau titik-titik rawan banjir dan memperbarui informasi kepada warga. Komunikasi cepat sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat mengambil tindakan tepat sebelum situasi memburuk.
Selain itu, ia mengingatkan agar warga berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah saat hujan deras, khususnya pengendara motor dan pejalan kaki. Jalan licin, jarak pandang menurun, dan potensi pohon tumbang dapat menjadi ancaman tambahan.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kita berharap musim hujan ini dapat dilewati tanpa kejadian yang merugikan,” pungkas Sebastian Jaba.












