Parlemen

Sintang Dapat Dana Rp10 Miliar dari BNPB, Santosa Dorong Pengawasan Pembangunan 12 Jembatan

×

Sintang Dapat Dana Rp10 Miliar dari BNPB, Santosa Dorong Pengawasan Pembangunan 12 Jembatan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa. Foto: Feriyanto/Kapuasraya

SINTANG, KR – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Santosa mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah menggelontorkan dana hibah sebesar Rp10 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Sintang.

Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan 12 titik jembatan yang terdampak bencana. Dana tersebut telah ditransfer dari Kementerian Keuangan ke rekening pemerintah daerah pada 27 Desember 2024 lalu.

Proses lelang untuk proyek-proyek tersebut saat ini sedang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang.

“Kita bersyukur, ada beberapa jembatan yang menjadi sorotan luar biasa dari masyarakat. Salah satunya Jembatan Sungai Pemunoh di kota Sintang, yang saat ini sudah masuk tahap lelang. Itu dananya dari BNPB, dana rekonstruksi dan rehabilitasi yang memang khusus untuk Sintang,” jelas Santosa, Selasa 15 Juli 2025.

Santosa menyebutkan, dari 12 jembatan yang dibiayai oleh BNPB, delapan di antaranya berada di daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir. Delapan jembatan tersebut tersebar di Desa Merah Arai, Nanga Payak, Nanga Tebidah, Riam Panjang, Pakak, Neran Baya, serta dua unit jembatan di Desa Landau Bara.

Berikut rincian anggaran pembangunan jembatan berdasarkan data BPBD Sintang:

1. Jembatan Sungai Menuang, Desa Landau Bara: Rp761 juta

2. Jembatan Landau Bara, Desa Landau Bara: Rp1,3 miliar

3. Jembatan Genik menuju Desa Pakak: Rp676 juta

4. Jembatan Gantung Desa Nanga Payak: Rp1,3 miliar

5. Jembatan Neran Baya: Rp238 juta

6. Jembatan Merah Arai: Rp497 juta

7. Jembatan Sungai Ampik, Desa Riam Panjang

8. Jembatan Desa Nanga Tebidah: Rp975 juta

Santosa juga menyinggung jembatan di Gurung Kempadik dan Nanga Jetak yang telah masuk dalam proses lelang.

Ia memberikan apresiasi kepada ULP dan BPBD Sintang atas upaya percepatan lelang. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan dalam proses pengerjaan.

“Kita tinggal mengawal pengerjaannya. Siapa pun kontraktornya, harapan kita tentu bisa bekerja dengan baik. Karena jembatan-jembatan ini adalah urat nadi masing-masing wilayah. Kalau jembatan baik, perekonomian masyarakat bisa terangkat, arus transportasi juga lancar,” tegasnya.

 

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *