SINTANG, KR – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Sintang yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, serta menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi sangat penting, terutama bagi masyarakat di wilayah yang kerap merasakan getaran gempa.
“Gempa yang terjadi belakangan ini memang sering dirasakan di dapil saya, khususnya di Kayan Hilir. Ini harus menjadi perhatian serius dan tidak bisa dianggap hal biasa,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga mendorong agar edukasi kebencanaan terus diperluas hingga ke tingkat desa.
“Kita ingin masyarakat tidak panik saat gempa terjadi. Edukasi seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau sampai ke desa-desa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian, Dharmawan Wahyu Adhi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sintang telah mengalami tujuh kali gempa bumi sejak 2019, dengan lima kejadian terjadi sepanjang tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa gempa bumi merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi, sehingga masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Kami menghimbau masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya di Kecamatan Sintang, Ketungau Hilir, Kelam Permai, dan Kayan Hilir, untuk meningkatkan kewaspadaan. Gempa bisa terjadi kapan saja dan berpotensi berulang,” tegasnya.
Menurut Dharmawan, gempa di wilayah Sintang tergolong gempa menengah dengan kekuatan 3 hingga 5 Skala Richter dan bersifat dangkal, sehingga getarannya cukup terasa oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan sejumlah langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan, seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengikuti edukasi dan simulasi secara rutin, serta memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar tahan gempa.
“Jika gempa terjadi saat berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan segera menuju tempat terbuka. Jika sedang berkendara, segera menepi dan berhenti,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai gempa susulan serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
“Periksa kondisi bangunan setelah gempa, pastikan instalasi listrik aman, simpan dokumen penting, serta catat nomor darurat seperti rumah sakit dan pemadam kebakaran,” pungkasnya.












