SINTANG, KR – Sebanyak 33 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Sintang resmi diberangkatkan menuju Pontianak pada Jumat (8/5/2026).
Dari jumlah tersebut, perhatian tertuju pada jemaah tertua, Suginem Mijo Martodrono, yang berusia 80 tahun dan tetap bersemangat menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sintang, H. Kholiq, mengungkapkan bahwa sebagian jamaah yang berangkat tahun ini telah mendaftar sejak 2013. Artinya, mereka harus menunggu lebih dari satu dekade untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Waktu yang begitu lama menunggu, namun mereka tetap sabar mengikuti aturan dan antrean. Semoga diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan sempurna,” ujarnya saat pelepasan jamaah.
Ia menjelaskan, seluruh jamaah telah melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan hingga dinyatakan istithaah, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), hingga mengikuti bimbingan manasik.
Dari total kuota awal Kabupaten Sintang sebanyak 38 orang, hanya 33 jamaah yang melunasi biaya dan siap berangkat. Lima lainnya tidak jadi berangkat karena berbagai alasan, mulai dari tidak istithaah, menunda keberangkatan, hingga kondisi hamil.
H. Kholiq juga menyoroti kuota lansia. Dari lima jemaah lansia yang masuk prioritas, hanya dua yang dapat melunasi biaya, sementara tiga lainnya telah wafat sebelum keberangkatan.
Selain jemaah tertua berusia 80 tahun, jamaah termuda tahun ini tercatat atas nama Dimas Fajar Pranaya yang berusia 25 tahun. Para jamaah tergabung dalam Kloter 18 BTH dan akan menjalani rangkaian perjalanan dari Sintang menuju Pontianak, kemudian Batam, hingga akhirnya terbang ke Jeddah.
Rencananya, para jamaah akan kembali ke tanah air pada 20 Juni 2026 dan tiba kembali di Sintang pada 22 Juni 2026, jika tidak ada kendala.
“Kita doakan semoga seluruh jamaah diberikan keselamatan, kelancaran, dan kembali membawa kemabruran,” tutup H. Kholiq.












