Lintas Kapuas Raya

Kain Pantang Motif “Ruit Besai” Karya Salomina Wati Resmi Tercatat di Kemenkum, Pernah Dipakai Jokowi

×

Kain Pantang Motif “Ruit Besai” Karya Salomina Wati Resmi Tercatat di Kemenkum, Pernah Dipakai Jokowi

Sebarkan artikel ini
Pengrajin Kain Pantang dari Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, Salomina Wati.

SINTANG, KR – Karya tenun tradisional kain pantang kembali mendapat pengakuan. Motif “Ruit Besai” yang dibuat oleh perajin lokal asal Desa Umin Jaya, Salomina Wati, kini resmi memperoleh pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum.

Kabar ini disambut penuh rasa bangga, terlebih karena kain dengan motif tersebut pernah dikenakan oleh Joko Widodo mantan Presiden RI ke-7.

Salomina Wati menceritakan, proses pembuatan motif Ruit Besai pada kain pantang tidaklah singkat. Ia membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk menyelesaikan satu motif, bahkan dikerjakan dalam kondisi baru saja melahirkan.

“Waktu itu saya baru 17 hari melahirkan, tapi tetap ikut membuat motif. Jadi memang ada perjuangan di balik kain itu,” ujarnya usai menerima pencatatan ciptaan dari Kemenkum yang diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenkum Kalbar Jonny P Simamora di Rumah Betang Ensaid Panjang pada Kamis 7 Mei 2026. .

Motif Ruit Besai sendiri memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam bahasa lokal, “ruit” diartikan sebagai tombak, sementara “besai” berarti besar. Secara keseluruhan, motif ini melambangkan tombak besar yang dahulu digunakan oleh leluhur, khususnya dalam aktivitas berburu.

Kain dengan motif tersebut awalnya tidak dirancang untuk dikenakan oleh Jokowi. Salomina mengaku tidak mengetahui bahwa hasil karyanya akan sampai ke tangan orang nomor satu di Indonesia kala itu. Kain itu dipesan oleh pelanggan tetap, yang kemudian mengolahnya menjadi pakaian.

“Tidak tahu kalau akan dipakai Pak Jokowi. Kami hanya membuat sesuai pesanan saja,” katanya.

Keunikan lain dari kain pantang ini terletak pada penggunaan pewarna alami. Salomina menggunakan bahan dari daun engkerebang, yang menghasilkan warna khas dan tetap mempertahankan nilai tradisional.

Dari sisi harga, kain tenun berkualitas tinggi seperti kain pantang memiliki nilai jual yang sepadan. Untuk ukuran tertentu, harga kain bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tergantung kualitas dan tingkat kesulitan pembuatan.

“Harga tersebut pun tentunya sebanding dengan kualitas serta proses pengerjaan yang membutuhkan ketelatenan tinggi,” pungkasnya.

 

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *