Lintas Kapuas Raya

Penemuan Bayi di Sintang Gegerkan Warga, Surat Sang Ibu Menyayat Hati

×

Penemuan Bayi di Sintang Gegerkan Warga, Surat Sang Ibu Menyayat Hati

Sebarkan artikel ini
Bayi yang ditemukan di depan Masjid Shiratul Jannah Polres Sintang kini mendapat penanganan medis di RSUD Ade M Djoen Sintang.

SINTANG, KR – Minggu pagi, 24 Mei 2026, yang seharusnya berjalan seperti biasa di Jalan Bhayangkara Sintang berubah menjadi momen yang membuat hati banyak orang teriris.

Sekitar pukul 06.20 WIB, warga dikejutkan dengan penemuan seorang bayi mungil yang tergeletak di depan sebuah ruko kecil berwarna hijau, tepat di depan Masjid Shiratul Jannah Polres Sintang.

Bayi itu ditemukan sendirian dalam bungkusan kain dan bag.

Tak ada pelukan ibu. Tak ada ayah yang menjaga. Hanya ada tubuh kecil yang belum mengerti kerasnya dunia, ditemani sepucuk surat tulisan tangan yang perlahan membuat siapa saja yang membacanya menahan air mata.

Dalam surat itu, sang ibu memperkenalkan bayinya bernama Rui. Dengan tulisan sederhana dan penuh kesedihan, ia memohon agar nama anaknya tidak diganti dan meminta orang yang menemukan agar menerima Rui sebagai keluarga sendiri.

“Hallo Bapak/Ibu, kenalin aku Rui. Ini pemberian nama dari ibu aku, tolong jangan diganti yah,” tulis surat tersebut.

Kalimat demi kalimat berikutnya semakin menyayat hati. Sang ibu menegaskan dirinya bukan wanita jahat. Ia mengaku ditinggalkan oleh ayah sang bayi saat mengetahui dirinya hamil.

Dalam keadaan sendiri dan tidak mampu, ia memilih menitipkan darah dagingnya kepada orang lain demi masa depan yang lebih baik.

“Ibu aku tidak jahat… ibu aku ditinggal ayah aku waktu dia tahu kalau ibu aku hamilkan aku,” tulisnya lagi.

Surat itu seolah menjadi jeritan seorang ibu yang kalah oleh keadaan. Bukan karena tidak sayang, melainkan karena merasa tidak mampu menjaga anaknya sendiri.

Ia bahkan memohon agar dirinya tidak dicari atau diviralkan karena takut bayinya justru terlantar jika ia dipaksa kembali merawatnya dalam kondisi serba kekurangan.

“Tolong jaga anak aku Rui. Ketika aku sudah mampu aku pasti selalu kirim barang untuk Rui,” tulisnya di bagian akhir surat, ditandatangani dengan inisial EN.

Unggahan mengenai penemuan bayi tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan mengundang simpati masyarakat. Banyak warganet mengaku menangis membaca isi surat itu.

Tidak sedikit pula yang menyayangkan kondisi yang membuat seorang ibu harus meninggalkan darah dagingnya sendiri.

Di balik dinginnya pagi itu, ada seorang ibu yang mungkin berjalan pergi sambil menahan tangis paling berat dalam hidupnya, meninggalkan anak yang ia cintai demi harapan sang bayi bisa hidup lebih baik.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kasi Humas Polres Sintang IPTU Eko Budi Purwanto membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.

Ia mengatakan, bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, saksi hendak menyapu teras rumah dan mendengar suara tangisan yang awalnya dikira suara kucing.

Namun setelah keluar rumah dan memeriksa sumber suara, saksi menemukan sebuah bungkusan kain dan bag. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata di dalam bungkusan tersebut terdapat seorang bayi.

“Saksi mendengar suara ‘oek-oek’ yang awalnya dikira kucing, namun setelah diperiksa ternyata terdapat bungkusan kain dan bag yang berisi seorang bayi,” ujarnya.

Atas kejadian itu, warga kemudian langsung melaporkan penemuan bayi tersebut ke Polres Sintang.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta membawa bayi tersebut ke RSUD Ade M Djoen Sintang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait identitas orang tua bayi tersebut.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *