Lintas Kapuas Raya

Sintang Kekurangan Dokter Umum dan Dokter Gigi

×

Sintang Kekurangan Dokter Umum dan Dokter Gigi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini.

SINTANG, KR – Kabupaten Sintang tengah menghadapi krisis tenaga medis, terutama dalam hal ketersediaan dokter umum dan dokter gigi.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini kemarin.

“Kita kekurangan sekali, terutama dokter gigi. Dokter umum dan dokter gigi sangat kurang di kita,” ujar Edy.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini telah mengganggu pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan daerah.

Menurut Edy, tantangan terbesar saat ini bukan hanya minimnya pelamar pada formasi yang dibuka, tetapi juga adanya tenaga medis yang sudah lulus seleksi namun kemudian memilih mundur.

“Kita berharap ada celah solusi supaya tidak ada lagi yang mengundurkan diri, karena ini jelas sangat merugikan kita,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya cukup banyak formasi yang sudah disediakan dan ada pula peminatnya. Namun, ketika sudah sampai pada tahap akhir, beberapa calon dokter justru batal bergabung.

“Nah, ini yang menjadi persoalan. Kadang-kadang sudah kita siapkan formasinya, ada yang lulus, tapi tiba-tiba tidak mau bertugas,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya berharap agar ke depan ada langkah-langkah konkret untuk mengatasi kekurangan ini, baik melalui kebijakan pemerintah daerah maupun dukungan dari pusat.

“Biasanya memang agak susah mencari tenaga medis seperti dokter umum dan dokter gigi. Tapi kita berharap celah-celah solusi itu bisa ditemukan, karena kita memang amat sangat kekurangan,” tuturnya.

Kondisi ini menjadi sorotan karena tenaga medis merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Kekurangan dokter di Sintang dinilai berpotensi memperburuk kualitas layanan kesehatan jika tidak segera ditangani secara serius.

 

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *