SINTANG, KR – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menilai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kepala daerah yang menempatkan infrastruktur sebagai prioritas utama.
Namun demikian, Yohanes mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025, pembangunan infrastruktur dinilai belum menunjukkan progres signifikan. Pergerakan baru mulai terlihat pada 2026, itupun sebagian besar didorong oleh dukungan pemerintah pusat.
“Visi misi bupati itu kan infrastruktur, tetapi sampai 2025 belum tersentuh secara maksimal. Tahun 2026 mulai ada pergerakan, tapi banyak didorong oleh pemerintah pusat,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang dinilai telah berperan besar dalam mendorong masuknya anggaran pusat ke Kabupaten Sintang.
“Kita berterima kasih kepada Pak Lasarus yang sudah membawa anggaran pembangunan ke Sintang. Ini sangat signifikan,” ujarnya.
Meski demikian, Yohanes menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap harus meningkatkan perannya dalam pembangunan. Ia memahami bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama, namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk tidak bergerak.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur sangat penting karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur ini faktor utama. Kalau ini baik, ekonomi bergerak, IPM juga akan meningkat,” tegasnya.
DPRD pun mendorong agar ke depan pembangunan infrastruktur dapat lebih diprioritaskan dengan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran yang memadai.












